irdazone,

Kemarin malam, telinga kiri Kus (57) tiba-tiba mengeluarkan cairan bening. Malam yang santai pun berubah jadi stres karena tiba-tiba pula muncul suara berdegup keras dalam telinga kiri itu. Jus-jus-jus seperti bunyi ketel uap yang menghembus karena mendidih, seirama detak jantung. Kus jadi tidak bisa tidur semalaman. Setelah tanya kanan kiri, Kus pun mantap memeriksakan diri ke seorang dokter THT. Begitu sang dokter mengambil gambar bagian dalam telinga, keluarga diagnosis yang mengagetkan itu: ternyata gendang telinga Kus berlubang lumayan lebar!

Gendang telinga adalah membran tipis yang memisahkan kanal telinga dari telinga tengah. Membran inilah yang bergetar saat gelombang suara datang, sehingga mengawali proses pengubahan gelombang suara menjadi gelombang syaraf yang dikirim ke otak. Gendang telinga juga bertindak sebagai penghalang bagi benda-benda asing, seperti bakteri, agar tidak memasuki telinga tengah. Jika gendang telinga Anda robek atau berlubang, bakteri lebih mudah memasuki telinga tengah dan menyebabkan infeksi.

Tanda dan gejala robeknya gendang telinga – dalam istilah medis disebut perforasi – meliputi rasa sakit yang menyengat dan tiba-tiba di telinga, keluarnya cairan bening atau bernanah atau berdarah dari telinga, menurunnya daya pendengaran, dan bunyi berdengung dalam telinga (tinnitus).

Bisa karena Trauma

Apa sih yang bisa menyebabkan gendang telinga robek? Situs kesehatan terkemuka Mayo Clinic menjelaskan beberapa kemungkinan. Pertama adalah infeksi telinga tengah alias otitis media. Saat terinfeksi, cairan di telinga tengah meningkat. Tekanannya mendesak gendang telinga sehingga robek. Di sisi lain, seperti lingkaran setan, kalau gendang telinga robek, telinga tengah juga lebih gampang infeksi. Soalnya, gendang yang tak lagi utuh memudahkan bakteri masuk ke telinga tengah.

Faktor lain yang sering menyebabkan rusaknya gendang adalah trauma. Bisa trauma karena perubahan tekanan udara yang mendadak seperti saat lepas landas atau mendarat dengan pesawat terbang, atau trauma karena mendengar suara yang keras mendadak. Soni (40) adalah contohnya. Ia sedang menyusuri gang sempit ke arah rumah ketika seorang anak meledakkan sebuah petasan besar. Bunyi letusan yang sangat keras itu seketika membuat gendang kedua belah telinganya robek besar.

Bentuk trauma lain bisa berupa kecelakaan langsung yang mengenai telinga. Misalnya kalau ada orang yang menampar kita keras-keras tepat di telinga. Konon penemu Thomas Alfa Edison juga mengalaminya waktu ia dipukul oleh seorang kondektur kereta api karena menyebabkan kebakaran akibat salah percobaan. Akibatnya, boleh dibilang Thomas praktis tuli sejak remaja.

Omong-omong soal melukai gendang telinga, ada satu hobi kita yang sangat berisiko merobek gendang telinga. Itu adalah mengorek-korek ke dalam telinga kita dengan benda asing, entah itu cotton bud, besi pengorek curak, apalagi jepit rambut dan peniti. Benda-benda kecil seperti cotton bud atau peniti yang didorong terlalu dalam ke kanal telinga bisa merusak gendang telinga Anda. Upaya membersihkan curak dari telinga bisa merusak gendang telinga dan menyebabkan infeksi kanal telinga bagian depan Anda.

Jangan Terlambat Periksa

Kebanyakan gendang telinga tak utuh akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu tanpa pengobatan. Dalam beberapa kasus, kesembuhan terjadi dalam hitungan bulan. Tapi jika lubang di gendang telinga Anda tidak sembuh sendiri, Anda butuh tindakan. Ingat, perforasi gendang telinga bukan hanya mengganggu proses pendengaran, tapi juga bisa membuat Anda cacat pendengaran.

Carilah bantuan medis jika Anda merasa sakit telinga atau telinga Anda bengkak atau keluar cairan dari telinga. Aliran darah atau nanah bisa jadi pertanda bahwa gendang Anda sudah terluka. Segera pergi ke dokter kalau Anda mengalami demam atau sakit kepala, atau jika sakit di telinga Anda tambah parah.

Dokter akan memeriksa telinga Anda untuk memastikan bahwa gendang Anda terperforasi dengan memakai instrumen teropong (otoscope) untuk melihat ke dalam telinga. Dia bisa jadi merujuk Anda ke dokter lain yang spesialis gangguan THT (otolaryngologist).

Gendang terperforasi mengalami robekan atau lubang, dan tulang-tulang di telinga tengah bisa terlihat di balik gendang telinga Anda. Jika Anda mengalami keluarnya cairan dari telinga, dokter bisa mengambil sampel cairan untuk dianalisis di laboratorium untuk menentukan apakah penyebab infeksinya bakteri atau jamur.

Kalau tak bisa sembuh sendiri, perlu ada tindakan supaya lubang di gendang telinga itu menutup kembali. Kalau robekan atau lubang di gendang telinga Anda kecil, seorang otolaryngologist bisa menutupnya dengan tembelan kertas. Prosedur ini dilakukan di ruang praktek dokter. Dokter Anda akan menyentuh tepi-tepi gendang telinga dengan bahan kimia untuk merangsang pertumbuhan dan kemudian meletakkan tembelan kertas tipis di gendang telinga Anda. Telinga Anda mungkin butuh beberapa kali penembelan (sampai 3-4 kali) sebelum perforasi tertutup sempurna.

Tapi kalau dokter memutuskan bahwa tembelan kertas tidak bisa menutup robekan atau lubang di gendang telinga Anda secara cepat dan memadai, atau jika upaya penembelan kertas gagal untuk membereskan kerusakan itu, Anda mungkin perlu operasi. Selama prosedur yang disebut tympanoplasty, dokter bedah Anda akan meletakkan tembelan jaringan di tempat perforasi, supaya bisa menutup. Tympanoplasty sering berhasil menutup robekan atau lubang secara permanen dan memulihkan pendengaran. Prosedur ini dilaksanakan pada basis “outpatient”, artinya Anda bisa langsung pulang ke rumah pada hari H operasi.

Menutup perforasi gendang telinga dapat mencegah air memasuki telinga Anda saat mandi, berendam, atau berenang, yang bisa menimbulkan infeksi telinga tengah. Selain itu, gendang yang berhasil ditembel akan meningkatkan pendengaran Anda, juga mengurangi bunyi dengung di telinga (tinnitus).

Sebaliknya, gendang telinga yang dibiarkan tetap robek atau lubang bisa menyebabkan komplikasi. Bisa juga tumbuh kista kulit di telinga tengah Anda (cholesteatoma), yakni kista yang bisa menyebabkan infeksi telinga tengah kronis dan merusak struktur telinga Anda. Peradangan yang lama atau berulang atau infeksi telinga tengah yang disebabkan oleh robekan atau lubang lebar di gendang telinga Anda bisa menyebabkan kerusakan dan penurunan daya dengar yang permanen.

Kecuali anda bisa bijak seperti Thomas Alfa Edison yang berkata, “aku bersyukur telingaku tuli, karena aku tidak perlu mendengar omongan-omongan yang buruk tentang aku,: ada satu saran yang sangat perlu Anda perhatikan: jangan sampai terlambat menangani keluhan di telinga Anda! (Ellen Kristi/irdazone.com)